MAAFKAN SAYA TANTE.

MAAFKAN SAYA TANTE.


Nama saya Doni, saya siswa kelas 3 SMP di bilangan Menteng, saya mau menceritakan pengalaman ngeseks saya dengan tante saya. Saya memiliki tante yang bernama Nina (bukan nama sebenarnya). Ia adalah WNI keturunan, begitu pula saya. Tante Nina telah mempunyai dua anak ( 9 dan 11 thn). Walaupun ia telah mempunyai anak, tubuhnya wow masih seperti mahasiswi. Kulitnya putih mulus, beratnya sekitar 50 kg, tampangnya seperti Vivian Chow.
Hari Minggu kemaren, saya pergi ke rumah kakek saya. Sebagai informasi, tante Nina masih tinggal bersama dengan kakek dan nenek saya di Jakarta Timur. Saya dititipkan di rumah kakek saya soalnya bonyok saya ingin menghadiri pesta perkawinan bersama kakek dan nenek saya. Kebetulan tante Nina sedang ada di rumah. Suaminya (adiknya papa saya) sedang pergi ke Bandung.
Singkat cerita, saya pergi ke kamar mandi tante Nina (soalnya yang paling dekat dengan tempat saya duduk). Begitu saya mau kencing, saya melihat vibrator di pinggir bathkip. Nampaknya vibrator tersebut habis digunakan. Soalnya masih tercium jelas bau memek dari vibrator tsb. Setelah keluar dari kamar mandi, saya dipanggil tante saya ke kamarnya. Sesampainya saya di kamarnya, ia meminta saya untuk mengambilkan tasnya di tempat yang tinggi. Saat itu tante Nina sedang memakai t-shirt tanpa lengan berwarna putih. Dengan begitu, saya dapat melihat sedikit teteknya. Dengan keadaan seperti itu, saya langsung terangsang. Saya tidak dapat menahan nafsu saya lagi, saya segera menutup pintu dan menguncinya. Saya menghampiri tante saya dan menjatuhkannya ke ranjang. Saya segera menyergap tante saya yang terkulai di tempat tidur. Tante Nina terus menerus berteriak, tapi nampaknya tidak ada yang mendengar, soalnya rumahnya kakek saya termasuk besar (1500 m2). Saya segera mengikat tangan tante Nina ke kepala ranjang. Saya mulai menciumi wajahnya yang halus, lalu lehernya dan terus turun sampai ke dadanya. Saya segera melucuti t-shirtnya (walaupun sedikit susah, karena kakinya menendang-nendang). Akhirnya semua bajunya berhasil saya lucuti. Sehingga tidak ada seutas benangpun yang masih menempel di badannya. Lalu saya segera masukkan jari saya ke memeknya. Sekitar 5 menit kemudian, tante Nina mulai tenang dan mulai menikmati permainan jari saya di memeknya. Ia mendesah "sshh...sshhh.....ssshhh...sshh. Masukin penis kamu donk Don, tante udah kagak tahan". Mendengar perkataan tante saya, saya segera membuka celana saya dan memasukkan penis saya ke liang memeknya "Blless". Amblas sudah kontol saya ke dalam memeknya. Lubang memeknya masih tergolong sempit bagi wanita yang sudah tidak perawan lagi. Saya mulai memaju mundurkan kontol saya. "Ennaaaak.... Don... terus masukinn;, teriak tante saya. Setelah 10 menit kemudian tubuh tante saya mengejang dan "aaahhhhhhhhh......aaaahh......aaahh ". Nampaknya tante saya sudah orgasme. "Tunggu sebentar ladi tante, saya sedikit lagi juga mau keluar", sahut saya. Saya percepat laju kontol saya sambil meremas-remas teteknya yang kenyal. Akhirnya "aaahhh..aaakhhh" peju saya muncrat di dalam memek tante Nina. Lalu saya segera tarik kontol saya dan meminta tante saya untuk membersihkannya . Ia pun segera menjilatinya sampai bersih. Kami terkulai lemas di atas ranjang. Lalu saya melepaskan ikatan tante Nina. Tante Nina hanya tersenyum dan berkata "Lain kali kalo mau ngeseks ama tante bilang aja, nggak usah malu-malu.". "Jadi, tante enggak marah sama Doni ?", sambung saya. "Enggak tante kagak marah, cuman tadi rada kaget and nerveous, soalnya tante udah lama kagak ngerasain ngeseks yang kayak begini enak. Habis om kamu itu cepet keluar, jadi tante terpaksa harus mastrubasi sendiri supaya puas."
Akhirnya saya berdua dengan tante saya mandi bersama untuk membersihkan diri dan sempet main sekali lagi di kamar mandi.